MENU

Rangkaian Edukasi Karakter dan Perilaku Hidup Bersih di SDN 007 Samboja Barat, Kelurahan Margomulyo

5 minutes reading View : 19
Agus
Samarinda, Umum - 31 Jul 2026

infoviral.id/, Samarinda – Pendidikan pada jenjang sekolah dasar merupakan fase fundamental dalam pembentukan karakter, penanaman nilai moral, serta pembiasaan perilaku hidup sehat. Pada masa ini, peserta didik berada pada tahap perkembangan yang sangat mudah menerima dan meniru berbagai nilai maupun kebiasaan yang mereka peroleh dari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penguatan pendidikan karakter dan perilaku hidup bersih perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan edukatif yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UINSI Samarinda di Kelurahan Margomulyo menyelenggarakan rangkaian kegiatan edukasi di SDN 007 Samboja Barat sebagai upaya mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan berkarakter.

Pada tanggal 23 Juli, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UINSI Samarinda di Kelurahan Margomulyo melaksanakan kegiatan Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 007 Samboja Barat, Kelurahan Margomulyo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan saling menghargai, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk menolak segala bentuk perundungan.

Sosialisasi dipandu oleh Saudari Hany dan Saudari Erma sebagai pembicara utama, dengan dukungan beberapa mahasiswa KKN lainnya. Materi disampaikan secara komunikatif melalui pemaparan, diskusi interaktif, permainan edukatif, dan sesi tanya jawab sehingga mampu menarik perhatian peserta didik. Adapun materi yang diberikan meliputi pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying seperti bullying fisik, verbal, sosial, dan siber (cyberbullying), faktor penyebab terjadinya bullying, dampak negatif bagi korban, pelaku, maupun lingkungan sekolah, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh siswa. Selain itu, peserta didik juga diajak memahami pentingnya sikap empati, saling menghormati perbedaan, membangun komunikasi yang baik, berani melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang tua, serta menjadi teman yang mampu memberikan dukungan kepada korban bullying.

Pelaksanaan sosialisasi ini memiliki nilai strategis karena perilaku bullying tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis korban, tetapi juga dapat menghambat perkembangan akademik, sosial, dan emosional peserta didik. Apabila tidak dicegah sejak dini, perilaku tersebut berpotensi membentuk budaya kekerasan yang dapat terus berlanjut hingga jenjang pendidikan berikutnya. Oleh sebab itu, penanaman nilai-nilai toleransi, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama menjadi investasi karakter yang sangat penting dalam menciptakan generasi yang berakhlak mulia serta mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat.

Sebagai bentuk keberlanjutan program kerja, pada tanggal 24 Juli, Mahasiswa KKN UINSI Samarinda di Kelurahan Margomulyo kembali melaksanakan kegiatan Edukasi Cuci Tangan yang Baik dan Benar serta Praktik Tata Cara Berwudu Sesuai Tuntunan.

Edukasi cuci tangan dipandu oleh Saudara Aris Saputra sebagai pembicara utama bersama beberapa mahasiswa KKN lainnya. Dalam kegiatan ini, peserta didik memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan tangan sebagai langkah sederhana namun efektif dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit menular. Materi yang disampaikan meliputi waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, seperti sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah bermain, dan setelah memegang benda yang kotor. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan enam langkah mencuci tangan yang benar menggunakan sabun dan air mengalir sesuai standar kesehatan, kemudian mempraktikkannya secara langsung dengan pendampingan mahasiswa KKN.

Pemberian edukasi mengenai kebersihan tangan menjadi sangat penting karena perilaku hidup bersih merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Pembiasaan mencuci tangan sejak usia dini tidak hanya mampu menurunkan risiko penularan penyakit, tetapi juga membentuk budaya hidup sehat yang akan terbawa hingga dewasa. Kebiasaan sederhana ini diharapkan menjadi bagian dari karakter peserta didik dalam menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi dan praktik tata cara berwudu yang dipandu oleh Saudara Fadillah sebagai pembicara utama bersama beberapa mahasiswa KKN lainnya. Materi yang diberikan mencakup pengertian wudu, syarat dan rukun wudu, sunnah-sunnah dalam berwudu, hal-hal yang membatalkan wudu, serta hikmah menjaga kesucian sebelum melaksanakan ibadah. Setelah penyampaian materi, peserta didik mempraktikkan tata cara berwudu secara langsung sesuai urutan yang benar dengan pendampingan mahasiswa KKN sehingga setiap tahapan dapat dipahami dan diterapkan dengan baik.

Edukasi mengenai tata cara berwudu memiliki makna yang tidak hanya bersifat ritual keagamaan, tetapi juga mengandung nilai pendidikan karakter dan pembiasaan hidup bersih. Wudu mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan anggota tubuh, kedisiplinan dalam menjalankan aturan, serta membentuk kesadaran spiritual sejak usia dini. Dengan demikian, peserta didik diharapkan mampu memahami bahwa kebersihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan dan menjadi kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti setiap sesi secara aktif, menunjukkan semangat dalam berdiskusi, menjawab pertanyaan, serta mempraktikkan materi yang telah diberikan. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang interaktif mampu meningkatkan pemahaman sekaligus menumbuhkan motivasi siswa untuk menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Mahasiswa KKN UINSI Samarinda di Kelurahan Margomulyo berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penguatan pendidikan karakter, peningkatan literasi kesehatan, serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah. Lebih dari sekadar penyampaian materi, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang menjunjung tinggi nilai saling menghargai, kepedulian sosial, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, guru, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif sehingga nilai-nilai positif yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh, dipraktikkan, dan menjadi bekal bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa yang akan datang.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x