MENU

Warga Keluhkan Pelayanan Bus di Terminal Sangatta, Penumpang Berebut Kursi hingga Harus Menunggu Berjam-jam

3 minutes reading View : 99
Red
Kutim - 10 Oct 2026

Kutai Timur, INFOVIRAL.ID – Pelayanan bus di Terminal Sangatta Kabupaten Kutai Timur dikeluhkan salah seorang warga, Ratna Gani, setelah mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat hendak menggunakan transportasi tersebut pada Sabtu (10/10/2026).

Ratna menyoroti sistem pembelian tiket hingga pengaturan tempat duduk penumpang yang dinilainya belum tertata dengan baik. Menurut dia, penumpang yang datang sejak pagi untuk mengantre tiket justru harus berebut kursi saat hendak naik bus.

Ia menceritakan, sejumlah warga bahkan datang dari daerah pelosok sejak sekitar pukul 05.30 Wita demi mendapatkan tiket dan tempat duduk. Namun, alih-alih memperoleh kursi sesuai antrean, penumpang justru harus bersaing untuk mendapatkan tempat di dalam bus.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat penumpang lanjut usia dan mereka yang memiliki keterbatasan fisik berpotensi kalah bersaing dengan penumpang yang lebih muda dan lebih kuat.

Akibatnya, penumpang yang tidak mendapatkan kursi harus menunggu keberangkatan bus berikutnya, yang menurut Ratna dijadwalkan sekitar pukul 12.00 Wita.

“Semua lari, yang tua-tua kalah sama yang lebih muda. Yang kuat-kuat kalah sama yang lemah, akhirnya harus menunggu lagi jam 12 untuk naik bus selanjutnya,” ungkap Ratna dalam keterangannya.

Soroti Sistem Tiket dan Ketidakjelasan Jadwal

Selain persoalan perebutan kursi, Ratna turut mempertanyakan sistem pelayanan di terminal yang dinilainya belum memberikan kepastian bagi penumpang.

Ia menilai, pembelian tiket yang masih dilakukan langsung di lokasi, ketiadaan loket yang memadai, serta ketidakjelasan jumlah armada dan jadwal keberangkatan membuat penumpang kesulitan merencanakan perjalanan.

Menurutnya, sistem pelayanan transportasi umum semestinya memberikan kepastian kepada masyarakat, terutama terkait tiket, tempat duduk, dan waktu keberangkatan.

Ratna juga mengaku telah menanyakan persoalan tersebut kepada petugas Dinas Perhubungan (Dishub). Namun, ia menilai belum mendapatkan tanggapan maupun tindakan yang memadai atas keluhan yang disampaikan.

Ia bahkan mengaku telah menyampaikan protes sekaligus sejumlah usulan solusi kepada pihak Dishub. Meski demikian, menurut keterangannya, bus tetap diberangkatkan ketika persoalan pelayanan tersebut belum terselesaikan.

Dinilai Berdampak pada Penumpang Ekonomi Menengah ke Bawah

Ratna menilai, buruknya pelayanan transportasi umum dapat memberikan dampak lebih besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tidak memiliki banyak pilihan transportasi alternatif.

Bagi masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik, menggunakan jasa travel atau moda transportasi lain dinilai menjadi pilihan ketika pelayanan bus bermasalah. Sebaliknya, penumpang dengan keterbatasan ekonomi terpaksa bertahan dan menunggu lebih lama.

“Orang-orang yang ekonominya cukup bisa pulang, naik travel dan berangkat dengan santai. Tapi orang-orang yang ekonominya rendah harus sabar menunggu berjam-jam, padahal mereka juga punya urusan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelayanan publik seharusnya memperhatikan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan kondisi ekonomi maupun kemampuan fisik penumpang.

Ratna berharap pihak terkait dapat mengevaluasi sistem pelayanan di Terminal Sangatta, mulai dari mekanisme pembelian tiket, pengaturan tempat duduk, kepastian jadwal keberangkatan, hingga respons petugas terhadap keluhan masyarakat.

Menurutnya, perbaikan pelayanan diperlukan agar masyarakat dapat menggunakan transportasi umum secara tertib, aman, dan memperoleh kesempatan yang adil untuk bepergian.

(Penulis : Mas EL)

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x