MENU

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Jalur Laut Jadi Alternatif

3 minutes reading View : 29
Red
Nasional, Umum, Viral - 07 Sep 2026

JAKARTA, INFOVIRAL.ID – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih berada pada Level III atau Siaga hingga Senin (7/9/2026). Di tengah aktivitas vulkanik yang masih dinamis, gangguan paling terasa terjadi pada sektor penerbangan, sementara jalur penyeberangan laut masih beroperasi.

Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih beragam setelah gunung api tersebut kembali mengalami erupsi pada Minggu (6/9/2026) malam pukul 20.23 WIB.

Sebelumnya, erupsi berupa semburan lava atau lava fountain dilaporkan berakhir pada Minggu dini hari. Namun, aktivitas kembali terjadi pada malam harinya.

Abu vulkanik kemudian menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Lampung. BNPB mencatat Pandeglang, Lampung Selatan, dan Tanggamus menjadi wilayah yang paling terdampak paparan abu.

Kondisi tersebut turut mengganggu aktivitas penerbangan. Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara sejak Minggu dini hari dan penutupannya diperpanjang beberapa kali akibat keberadaan abu vulkanik di kawasan bandara.

Dalam NOTAM A3348/26, penutupan bandara disebut dilakukan karena abu vulkanik Krakatau.

Dampaknya cukup besar. Sekitar 209 penerbangan dan lebih dari 22 ribu penumpang terdampak dalam satu periode penutupan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengatakan keputusan penghentian sementara operasional penerbangan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan.

“Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” ujarnya.

Pihak bandara juga mengaktifkan Service Recovery Activation dengan menyediakan makanan dan minuman bagi penumpang yang tertahan. Calon penumpang diminta memantau perkembangan jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing.

Jalur Laut Masih Berjalan

Berbeda dengan penerbangan, aktivitas penyeberangan di Selat Sunda masih berlangsung normal.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah terus memantau seluruh moda transportasi, termasuk jalur penyeberangan antara Pulau Jawa dan Sumatera.

“Kami tidak hanya memonitor kondisi penerbangan, tapi kami juga memonitor penyeberangan di Selat Sunda khususnya, di mana saat ini secara operasional penyeberangan masih bisa dilakukan,” katanya.

Meski tetap beroperasi, keselamatan pelayaran tetap diperketat. Kepala KSOP Kelas I Banten, Raden Yogie Nugraha, menyebut kapal dilarang berlayar dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

ASDP juga melakukan langkah antisipasi dengan membagikan masker kepada pengguna jasa serta berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan kondisi di sekitar Selat Sunda.

VP Corporate Secretary ASDP, Heru, memastikan layanan penyeberangan tetap diupayakan berjalan aman.

“Di tengah dinamika kondisi yang ada, kami akan terus hadir memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan aman dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” terangnya.

Menariknya, meski penerbangan terganggu, arus penyeberangan belum menunjukkan lonjakan signifikan. Data ASDP mencatat jumlah penumpang turun dari 32.280 orang pada Jumat menjadi 28.826 orang pada Sabtu.

Namun, sebagian masyarakat yang terdampak pembatalan penerbangan di Lampung mulai menggunakan jalur laut sebagai alternatif perjalanan menuju Merak. Sementara arus kendaraan dan penumpang di Pelabuhan Bakauheni masih dilaporkan lancar.

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG, BMKG, BNPB, dan Kementerian Perhubungan, terutama bagi mereka yang memiliki rencana perjalanan melalui udara maupun jalur laut di kawasan Selat Sunda.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x