Pupuk Kaltim Gelar Gerakan Edukasi Murid, Larang Pernikahan Dini di Kecamatan Bontang Utara (GEMILANG)BONTANG, INFOVIRAL.ID – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung perlindungan anak sekaligus pembangunan kualitas generasi muda di Kota Bontang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Gerakan Edukasi Murid, Larang Pernikahan Dini di Kecamatan Bontang Utara (GEMILANG), berupa talkshow edukasi yang diikuti 180 siswa SMA sederajat dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026.
VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk dunia usaha. Menurutnya, anak perlu mendapatkan ruang yang aman agar dapat tumbuh, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan masa depan.
“Inisiatif GEMILANG merupakan bagian dari peran Pupuk Kaltim dalam memberikan ruang edukasi untuk meningkatkan pemahaman terkait perlindungan anak. Utamanya mendorong pencegahan perkawinan anak sebagai gerakan bersama, guna memastikan setiap anak memperoleh hak atas pendidikan serta kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujar Rezha, Rabu (19/8/2026).

Melalui kegiatan tersebut, Pupuk Kaltim mendorong para pelajar memahami pentingnya menjaga diri, melanjutkan pendidikan, serta mengambil keputusan secara bijak dalam menghadapi berbagai tantangan di masa remaja.
“Melalui GEMILANG, Pupuk Kaltim ingin mengedukasi generasi muda agar memiliki pemahaman yang lebih baik terkait pentingnya menjaga diri, serta melanjutkan pendidikan untuk menggapai masa depan,” katanya.
Rezha menjelaskan, perkawinan anak dapat menimbulkan dampak yang saling berkaitan dalam berbagai aspek kehidupan. Tidak hanya menyangkut pendidikan, tetapi juga kesehatan, psikologis, sosial, hingga ekonomi.
Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat memengaruhi kesempatan anak dalam mengembangkan potensi dan meraih masa depan yang lebih baik. Karena itu, pencegahan perkawinan anak perlu menjadi bagian dari upaya bersama dalam melindungi masa depan generasi muda.
“Edukasi seperti ini penting agar remaja mampu memahami risiko dan mengambil keputusan secara bijak. Sekaligus mengetahui kepada siapa harus mencari bantuan saat menghadapi persoalan,” jelas Rezha.
Namun, ia menilai edukasi kepada siswa saja belum cukup. Perlindungan anak juga membutuhkan dukungan lingkungan terdekat, terutama keluarga dan sekolah.
Karena itu, GEMILANG turut diarahkan untuk memperkuat peran guru dan orang tua dalam membangun pola pengasuhan positif serta komunikasi yang efektif dengan remaja.
Menurut Rezha, komunikasi yang terbuka dapat membantu orang tua maupun guru mengenali persoalan yang dihadapi anak sejak dini. Dengan demikian, anak memiliki ruang untuk mendapatkan pendampingan ketika menghadapi persoalan maupun mengambil keputusan.
“Anak butuh lingkungan yang membuat mereka merasa aman. Untuk itu, komunikasi dengan orang tua, guru, maupun lingkungan sekitar harus terus diperkuat. Dengan begitu, berbagai persoalan yang dihadapi anak dapat diketahui dan ditangani lebih awal,” terangnya.
Pupuk Kaltim, kata Rezha, akan terus meningkatkan kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang. Edukasi sejak usia sekolah dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk membentuk generasi yang mampu menjaga diri, memiliki visi masa depan, serta tumbuh menjadi individu yang unggul dan berdaya saing.
“Kami percaya, investasi paling penting untuk masa depan adalah manusia. Saat anak mendapat kesempatan untuk tumbuh dan berkembang, sesungguhnya kita sedang mempersiapkan generasi yang akan melanjutkan estafet pembangunan Kota Bontang,” tambahnya.
Pemkot Dorong Lingkungan Aman dan Ramah Anak
Mewakili Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, menyambut positif pelaksanaan GEMILANG.
Menurutnya, edukasi mengenai pencegahan perkawinan anak sangat relevan diberikan kepada pelajar. Sebab, generasi muda merupakan bagian penting dari keberlanjutan pembangunan Kota Bontang.
“Anak adalah pilar utama dan masa depan bagi Kota Bontang. Namun kita juga menyadari sepenuhnya, bahwa perjalanan menuju masa depan tidak selalu berjalan mulus,” ujar Saparuddin saat menghadiri kegiatan di Aula SMA 1 Bontang.
Ia mengatakan, perkembangan zaman menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diantisipasi bersama. Kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi memang memberikan banyak peluang bagi anak untuk memperoleh pengetahuan dan mengembangkan diri.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menghadirkan berbagai kerentanan yang dapat menghambat tumbuh kembang generasi muda, termasuk perkawinan anak dan pergaulan bebas.
Saparuddin menilai persoalan tersebut tidak dapat dilihat hanya dari sisi batas usia. Perkawinan anak merupakan persoalan multisektoral yang dapat berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan anak.
Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, keluarga, dunia usaha, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mampu memberikan perlindungan sekaligus kesempatan optimal bagi anak untuk berkembang.
“Mari bersama menciptakan lingkungan yang aman, inklusif dan ramah anak, sehingga generasi muda Kota Bontang dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” pungkasnya.
Libatkan Tiga Pemateri Lintas Sektor
Untuk memperkaya pemahaman peserta, GEMILANG menghadirkan tiga pemateri dari lintas sektor. Materi yang disampaikan mencakup aspek psikologi, kesehatan reproduksi, hingga kesiapan membangun kehidupan berkeluarga.
Pemateri pertama, Trully Tisna dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Bontang, membahas perkawinan di bawah umur dari perspektif psikologi.
Materi tersebut menekankan pentingnya kesiapan mental dan emosional remaja dalam menghadapi kompleksitas kehidupan rumah tangga. Peserta diajak memahami bahwa kehidupan berkeluarga membutuhkan kematangan dalam menghadapi berbagai tanggung jawab dan persoalan.
Selanjutnya, Maya Triana dari Dinas Kesehatan Kota Bontang menyampaikan materi bertajuk “Hindari Risiko Seks Bebas dan Pernikahan Dini”.
Materi ini memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sekaligus mengenali berbagai risiko yang dapat muncul akibat perilaku berisiko dan perkawinan pada usia dini.
Sementara itu, Kepala KUA Bontang Utara, Jony Abdul Rifai, membawakan materi “Pendewasaan Usia Perkawinan”.
Ia menekankan pentingnya kesiapan dan kematangan sebelum membangun kehidupan berkeluarga. Kesiapan tersebut tidak hanya berkaitan dengan usia, tetapi juga mencakup aspek fisik, mental, sosial, dan ekonomi.
Melalui GEMILANG, Pupuk Kaltim berharap edukasi pencegahan perkawinan anak tidak berhenti pada kegiatan talkshow, tetapi dapat menjadi bagian dari gerakan bersama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Dengan penguatan edukasi, komunikasi keluarga, serta dukungan sekolah dan berbagai pihak, generasi muda Bontang diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan, menjaga diri, dan mempersiapkan masa depan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. (Adv)


No Comments