MENU

Pupuk Kaltim Dorong Pelajar Bontang Jadi Agen Perubahan Cegah Diabetes Sejak Dini

4 minutes reading View : 23
Red
Advertorial, Bontang - 20 Aug 2026

BONTANG, INFOVIRAL.ID – Upaya mencegah penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus, dinilai perlu dilakukan sejak usia sekolah. Kesadaran mengenai pola hidup sehat tidak cukup dibangun ketika seseorang telah memasuki usia dewasa, tetapi harus ditanamkan sedini mungkin melalui edukasi dan kebiasaan sehari-hari.

Hal tersebut menjadi perhatian PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui program Gerakan Edukasi dan Motivasi Sehat (GEMA SEHAT) bertajuk “Cegah Diabetes Sejak Dini, Wujudkan Generasi Muda yang Sehat”.

Kegiatan yang diikuti 150 siswa-siswi tingkat SMA sederajat di Kota Bontang itu tidak hanya memberikan pemahaman mengenai diabetes melitus, tetapi juga mendorong para pelajar untuk mulai mengenali faktor risiko serta menerapkan pola hidup sehat dalam keseharian.

Para peserta mendapatkan edukasi mengenai diabetes, faktor yang dapat meningkatkan risikonya, hingga pentingnya menjaga pola makan dan aktivitas fisik. Pupuk Kaltim juga menyediakan pemeriksaan gula darah secara gratis sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini.

VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan pemilihan pelajar sebagai sasaran GEMA SEHAT merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun kesadaran kesehatan sejak dini.

Menurutnya, generasi muda perlu memahami bahwa risiko diabetes tidak semata-mata berkaitan dengan usia. Kebiasaan yang terbentuk sejak remaja, seperti terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula serta minim aktivitas fisik, dapat menjadi persoalan apabila tidak mulai dikendalikan.

“Melalui GEMA SEHAT, kami ingin memberi pemahaman bahwa kesehatan harus dijaga sejak dini. Diabetes bukan hanya persoalan yang terjadi saat dewasa, tapi faktor risikonya dapat terbentuk dari kebiasaan serta pola hidup di usia muda,” ujar Rezha, Kamis (20/8/2026).

Karena itu, edukasi yang diberikan Pupuk Kaltim diarahkan agar tidak berhenti pada pemahaman secara teori. Para siswa diharapkan mampu menerjemahkan pengetahuan tersebut melalui perubahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Mulai dari membatasi konsumsi gula, memperhatikan asupan makanan, memperbanyak aktivitas fisik, rutin berolahraga, hingga memastikan waktu istirahat yang cukup.

Pupuk Kaltim juga mendorong para pelajar menjadi bagian dari upaya penyebarluasan informasi kesehatan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali kepada teman sebaya, keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Harapan kami, para siswa dapat membawa pengetahuan ke lingkungan masing-masing, kemudian mengajak teman, keluarga hingga masyarakat untuk bersama membangun kebiasaan hidup sehat,” lanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, dr. Toetoek Pribadi Ekowati, menilai langkah Pupuk Kaltim menyasar kalangan pelajar sangat relevan dengan tantangan kesehatan saat ini.

Menurutnya, diabetes melitus yang selama ini banyak diasosiasikan dengan orang dewasa maupun lanjut usia, kini juga dapat ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda.

Faktor penyebabnya pun beragam. Selain faktor tertentu yang berkaitan dengan kondisi tubuh, pola hidup tidak sehat, konsumsi gula berlebih dan rendahnya aktivitas fisik menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian.

“Diabetes melitus kerap disebut sebagai ibu dari segala penyakit, karena dapat memicu munculnya gangguan kesehatan lain. Makanya ini harus diwaspadai bersama, termasuk bagi generasi muda sejak dini,” ungkap Toetoek.

Ia pun menekankan bahwa penyakit kronis tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Berbagai kebiasaan yang dilakukan dalam jangka panjang dapat berkontribusi terhadap munculnya persoalan kesehatan di kemudian hari.

Gambaran tersebut, kata Toetoek, salah satunya dapat dilihat dari perkembangan kebutuhan layanan kesehatan untuk penyakit kronis di Bontang.

Berdasarkan pengalamannya selama bertugas di RSUD Taman Husada Bontang, kebutuhan layanan hemodialisis terus mengalami perkembangan. Jika pada 2014 tercatat sekitar 60 pasien reguler, kini pelayanan tersebut telah berkembang hingga menggunakan dua shift dalam 24 jam.

Kondisi itu menjadi pengingat bahwa pencegahan harus mendapat perhatian yang sama besar dengan pengobatan.

“Kalau berbicara diabetes melitus, maka gaya hidup yang salah seperti konsumsi gula berlebih, dan kurangnya aktivitas fisik merupakan faktor yang harus kita cegah,” kata Toetoek.

Toetoek mengapresiasi Pupuk Kaltim yang dinilai turut memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Ia menegaskan, persoalan penyakit tidak menular tidak dapat ditangani pemerintah seorang diri. Diperlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perusahaan, sekolah, keluarga, masyarakat hingga sektor kesehatan.

Menurutnya, edukasi yang dilakukan sejak usia sekolah menjadi salah satu bentuk upaya promotif dan preventif yang penting karena dapat membentuk kebiasaan sehat sebelum berbagai risiko kesehatan berkembang lebih jauh.

“Yang menentukan masa depan adalah kita bersama. Lewat kolaborasi yang intens, insyaallah kita bisa mewujudkan generasi yang lebih sehat di Kota Bontang,” pungkasnya.

Sementara itu, Rezha menambahkan, GEMA SEHAT juga menjadi bagian dari kontribusi Pupuk Kaltim dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan.

Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus memperluas langkah promotif dan preventif, khususnya dalam meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai diabetes melitus serta berbagai faktor risiko yang dapat memicunya.

“Generasi muda adalah aset masa depan Kota Bontang. Untuk itu, kami ingin mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif. Salah satu caranya, memastikan mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan sejak dini,” terang Rezha.

Melalui pendekatan tersebut, GEMA SEHAT diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan edukasi satu kali, tetapi turut mendorong terbentuknya budaya hidup sehat di kalangan generasi muda dan lingkungan sekitarnya. (Adv)

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x