MENU

Gempa M5,9 Rusak Rumah dan Sekolah di Sumba Barat Daya, Satu Warga Luka

2 minutes reading View : 14
Red
Nasional - 04 Oct 2026

JAKARTA, INFOVIRAL.ID – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, Minggu (4/10/2026) pagi. Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan sejumlah rumah warga dan fasilitas sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi.

Selain kerusakan bangunan, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan akibat gempa yang terjadi pada pukul 05.55.52 WIB tersebut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kerusakan di sejumlah wilayah masuk kategori sedang. Pendataan lebih lanjut masih dilakukan untuk mengetahui cakupan dampak gempa secara menyeluruh.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan laporan sementara hingga pukul 08.40 WIB menunjukkan adanya kerusakan bangunan serta korban luka.

“Berdasarkan laporan sementara hingga pukul 08.40 WIB terdapat kerusakan di beberapa wilayah pada kategori sedang dan satu orang mengalami luka ringan,” kata Teguh dalam keterangan resmi BMKG, Minggu (4/10/2026).

Guncangan terkuat dirasakan masyarakat di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi dengan intensitas VI MMI. Pada skala tersebut, guncangan cukup kuat hingga membuat sebagian besar warga terkejut dan berlari keluar rumah.

Guncangan juga dirasakan di Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba dengan intensitas IV MMI. Sementara Kota Bima merasakan guncangan dengan intensitas III MMI.

Gempa tersebut berpusat di laut, sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada kedalaman 30 kilometer. BMKG mengategorikannya sebagai gempa dangkal yang diduga berkaitan dengan aktivitas Sesar Waikabubak.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

“Hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” ujarnya.

Ancaman guncangan juga belum sepenuhnya berakhir. Hingga pukul 08.05 WIB, BMKG mencatat sedikitnya 62 gempa susulan dengan kekuatan antara magnitudo 1,5 hingga 4,3.

Meski demikian, BMKG memastikan gempa utama tersebut tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan yang dilakukan.

BMKG melalui Stasiun Geofisika Sumba Timur terus memantau aktivitas gempa susulan dan akan melakukan survei lapangan untuk memverifikasi serta memetakan dampak kerusakan.

Masyarakat diimbau tetap tenang, menghindari bangunan yang retak atau rusak, serta tidak mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi.

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x