MENU

Pupuk Kaltim Salurkan Rp858,7 Juta, Perkuat Kolaborasi Pengendalian Stunting di Bontang

4 minutes reading View : 22
Red
Advertorial, Bontang - 29 Jul 2026

BONTANG, INFOVIRAL.ID – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menekan angka stunting terus diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Salah satunya bersama PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang menyalurkan bantuan senilai Rp858,7 juta melalui program Pencegahan dan Pengendalian Stunting (PEDALGAS).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pupuk Kaltim dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat pengendalian stunting di Kota Bontang.

Dukungan diberikan untuk intervensi pencegahan dan pengendalian stunting di 15 kelurahan. Masing-masing kelurahan memperoleh bantuan Rp30 juta. Selain itu, Pupuk Kaltim mengalokasikan Rp20 juta per kelurahan untuk mendukung penguatan kapasitas kader Posyandu.

Tak hanya itu, perusahaan juga memberikan dukungan sebesar Rp108,7 juta untuk pelaksanaan Timbang Balita Serentak di 11 kelurahan di Kota Bontang.

Program tersebut diarahkan untuk memperoleh data pertumbuhan balita secara akurat sekaligus mempercepat identifikasi anak yang berisiko mengalami stunting sehingga dapat segera mendapatkan intervensi.

Direktur Manajemen Risiko Pupuk Kaltim, Maslani, mengatakan stunting tidak dapat dipandang semata sebagai persoalan kesehatan. Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan daerah.

“Stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari upaya tersebut,” ujar Maslani saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Pemkot Bontang, Rabu (29/7/2026).

Maslani menjelaskan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat menjadi salah satu fokus Pupuk Kaltim dalam memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bontang.

Menurutnya, pembangunan generasi yang sehat tidak cukup hanya mengandalkan intervensi pemerintah. Peran dunia usaha dan masyarakat juga dibutuhkan agar program pencegahan dan pengendalian stunting dapat berjalan secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Karena itu, Pupuk Kaltim turut mendukung peningkatan kapasitas kader Posyandu melalui Program Hidup Sehat Tanpa Stunting (PESUT) yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebagai bagian dari program prioritas Gratispol.

Kegiatan tersebut diwujudkan melalui workshop selama satu hari yang diikuti 120 kader Posyandu dari 15 kelurahan. Pelaksanaannya dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Bontang.

“Kader Posyandu memiliki peran strategis di garis terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak, serta mendampingi masyarakat menjaga kesehatan ibu dan balita. Oleh sebab itu, peningkatan kompetensi menjadi investasi penting, agar pencegahan stunting semakin efektif dan berkelanjutan,” terang Maslani.

Penguatan kapasitas kader dinilai penting karena Posyandu menjadi salah satu ujung tombak dalam mendeteksi persoalan pertumbuhan dan kesehatan anak di tingkat masyarakat.

Dengan kader yang memiliki kemampuan memadai, pemantauan terhadap ibu hamil, bayi, dan balita diharapkan dapat dilakukan lebih optimal. Data yang diperoleh dari lapangan juga dapat menjadi dasar untuk menentukan intervensi secara lebih cepat dan tepat sasaran.

Maslani menambahkan, berbagai dukungan tersebut merupakan bagian dari langkah proaktif Pupuk Kaltim dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan masyarakat yang inklusif.

Pupuk Kaltim, kata dia, akan terus memperkuat kontribusi tersebut melalui perluasan manfaat program maupun intervensi langsung yang dilakukan secara berkesinambungan.

“Melalui kolaborasi yang kuat bersama Pemkot Bontang dan masyarakat, kami optimis pencegahan dan pengendalian stunting akan semakin efektif untuk melahirkan generasi Bontang yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan Pupuk Kaltim dalam upaya pengendalian stunting. Menurutnya, penanganan stunting merupakan salah satu program prioritas Pemkot Bontang yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Neni menyebut, berbagai intervensi yang dilakukan secara bersama mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan hasil timbang balita serentak pertama pada 2025, angka stunting di Bontang yang sebelumnya berada di kisaran 20 persen berhasil ditekan menjadi 17 persen.

Capaian tersebut kembali membaik pada 2026. Berdasarkan hasil pengukuran terbaru, angka stunting di Kota Bontang kembali turun menjadi 14 persen.

“Alhamdulillah, berdasarkan hasil timbang balita serentak pertama pada 2025, angka stunting turun menjadi 17 persen. Selanjutnya pada 2026 kembali turun menjadi 14 persen. Ini menunjukkan bahwa kerja bersama memberikan hasil yang nyata,” ungkap Neni.

Kendati mengalami penurunan, Neni menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri. Sebab, masih terdapat lima kelurahan di Kota Bontang yang mencatat angka stunting dalam kisaran dua digit.

Sementara kelurahan lainnya telah mampu menekan angka stunting hingga berada pada satu digit.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemkot Bontang untuk memastikan intervensi tidak berhenti pada pencapaian penurunan angka secara keseluruhan, tetapi juga menyasar wilayah yang masih memiliki prevalensi stunting relatif tinggi.

Neni menilai keberhasilan pengendalian stunting membutuhkan konsistensi intervensi dan kerja bersama antara pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat.

“Secara nasional, penurunan stunting Kota Bontang termasuk yang terbaik. Namun target kita bukan sekadar menurunkan angka, tapi mencapai zero stunting. Untuk itu, kita harus terus memperkuat kolaborasi dan memastikan seluruh wilayah mampu mencapai hasil yang sama,” pungkas Neni.

Dengan dukungan program PEDALGAS, penguatan kader Posyandu, hingga pelaksanaan Timbang Balita Serentak, sinergi antara Pupuk Kaltim dan Pemkot Bontang diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan sejak dini.

Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memastikan anak-anak Bontang tumbuh sehat, memperoleh pemenuhan gizi yang baik, serta memiliki kesempatan berkembang secara optimal menuju generasi yang berkualitas. (Adv)

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x