Kegiatan Peningkatan Kualitas Satu Data Indonesia dan Data Geospasial Kabupaten Mahakam Ulu. (Foto: Prokopim Mahulu).infoviral.id/, Mahakam Ulu – Pemkab Mahakam Ulu (Mahulu) terus memperkuat tata kelola data daerah melalui kegiatan Peningkatan Kualitas Satu Data Indonesia dan Data Geospasial Kabupaten Mahakam Ulu.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Mahulu dalam membangun sistem data yang terintegrasi, akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan menegaskan bahwa ketersediaan data berkualitas merupakan fondasi penting bagi pemerintah dalam menentukan arah pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, implementasi Satu Data Indonesia dan penguatan data geospasial tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis bagi Mahulu yang memiliki wilayah luas dengan kondisi geografis yang kompleks.

Data spasial yang valid dinilai penting untuk mendukung berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari perencanaan tata ruang, pengelolaan sumber daya alam, mitigasi bencana hingga percepatan pembangunan infrastruktur.
Untuk memperkuat implementasinya, Angela menyampaikan lima arahan strategis kepada seluruh perangkat daerah.
Pertama, seluruh perangkat daerah diminta berkomitmen mendukung pelaksanaan Satu Data Indonesia dengan memastikan data yang dihasilkan memenuhi standar, memiliki metadata yang jelas, serta dapat diintegrasikan dan dipertukarkan antar sistem.
Kedua, sinergi antara Wali Data, Produsen Data, dan Simpul Jaringan Informasi Geospasial Daerah perlu diperkuat. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya duplikasi maupun tumpang tindih data antarperangkat daerah dan sektor.
Ketiga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola data harus menjadi perhatian. Salah satunya melalui penguatan kemampuan dalam pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG).
Dalam hal ini, Angela menegaskan bahwa pengelolaan data bukan hanya menjadi tanggung jawab operator. Kepala perangkat daerah maupun kepala bidang harus memahami proses dan substansi data yang dikelola pada unit kerja masing-masing.
Ia juga menyoroti kondisi ketika operator bekerja tanpa arahan yang memadai dari pimpinan. Bahkan, persoalan dapat muncul ketika terjadi mutasi pegawai tanpa proses serah terima pekerjaan yang jelas sehingga berdampak pada kesinambungan dan kualitas data.
“Saya minta kepala perangkat daerah dan kepala bidang benar-benar memahami pekerjaan operator. Jangan sampai operator bekerja sendiri tanpa arahan. Ketika terjadi mutasi, tidak ada serah terima yang jelas, sehingga pekerjaan terputus dan berdampak pada kualitas data. Ini tidak boleh terus terjadi,” tegas Angela, Selasa (4/8/2026).
Menurutnya, kualitas data akan berpengaruh langsung terhadap kualitas kebijakan dan pelayanan publik. Karena itu, pimpinan perangkat daerah harus terlibat aktif dalam mengawal setiap tahapan pengelolaan data.
Arahan keempat, seluruh data geospasial di lingkungan Pemkab Mahulu harus diintegrasikan ke dalam portal Satu Data Kabupaten Mahakam Ulu. Portal tersebut diharapkan menjadi salah satu basis dalam pengambilan keputusan yang berbasis bukti.
Sementara itu, arahan kelima menekankan pentingnya tindak lanjut yang konkret. Kegiatan peningkatan kualitas data tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi harus dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi pengelolaan data geospasial pada masing-masing perangkat daerah.
Angela menegaskan, penguatan tata kelola data merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini bukan sekadar kegiatan peningkatan kapasitas, tetapi momentum untuk membangun sistem data yang solid, terintegrasi, dan berkelanjutan demi kemajuan Mahakam Ulu,” singkatnya. (Adv).


No Comments