MENU

Pupuk Kaltim Bekali Pelajar YPK Kesiapsiagaan Bencana Lewat SIAP SIAGA 4.0

4 minutes reading View : 34
Agus
Advertorial, Bontang, Viral - 21 Aug 2026

infoviral.id/, Bontang – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus mendorong penguatan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat sejak usia dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Simulasi Tanggap Bencana, Keselamatan Generasi Muda Terjaga (SIAP SIAGA) 4.0 yang menyasar siswa tingkat SD hingga SMA di lingkungan Yayasan Pupuk Kaltim (YPK).

Kegiatan tersebut dirangkai dalam Employee Volunteering Initiation (Evolution) ke-42dengan melibatkan relawan dari berbagai unit kerja Pupuk Kaltim. Para relawan hadir dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) YPK untuk memberikan edukasi mengenai budaya keselamatan dan kesiapsiagaan bencana sesuai jenjang pendidikan peserta didik.

Materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga mengajak siswa mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar serta mempraktikkan tindakan awal yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.

VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan SIAP SIAGA 4.0 dilaksanakan secara bertahap di setiap tingkatan sekolah YPK selama Juli hingga Agustus 2026.

Menurutnya, pendekatan edukasi melalui simulasi dan praktik langsung dipilih agar peserta didik lebih mudah memahami tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa lebih mudah memahami tindakan yang perlu dilakukan saat menghadapi kondisi darurat di lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari,” ujar Rezha saat dikonfirmasi, Jumat (22/8/2026).

Salah satu materi yang diberikan yakni Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dasar. Dalam sesi tersebut, siswa dikenalkan dengan fungsi dan penggunaan kotak P3K serta cara memberikan penanganan awal terhadap sejumlah kondisi yang berpotensi terjadi di lingkungan sekolah.

Melalui pembekalan tersebut, siswa diarahkan memahami bahwa pertolongan pertama merupakan tindakan awal yang penting sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut. Peserta didik juga dibekali pemahaman untuk memberikan respons secara tepat dengan tetap memperhatikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Selain P3K, peserta mendapatkan edukasi mengenai mitigasi dan penanggulangan kebakaran. Relawan Pupuk Kaltim memperkenalkan fungsi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sekaligus metode sederhana menangani kebakaran menggunakan handuk basah.

Sebagai bagian dari penguatan sarana keselamatan, Pupuk Kaltim turut menyalurkan 26 unit APAR untuk seluruh sekolah di lingkungan YPK. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas pendukung keselamatan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi siswa dalam mengenali dan merespons potensi kebakaran.

Selain APAR, Pupuk Kaltim memasang Peta Evakuasi dan rambu Assembly Point di lingkungan SMA YPK. Fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan warga sekolah, terutama dalam memahami jalur evakuasi, arah keluar, serta lokasi titik berkumpul yang aman ketika terjadi keadaan darurat.

Rezha menegaskan, kesiapsiagaan tidak sebatas kemampuan memberikan pertolongan pertama maupun melakukan penanganan awal terhadap kebakaran. Setiap individu juga perlu memahami prosedur evakuasi secara cepat, tertib dan terarah.

“Edukasi keselamatan bagi generasi muda merupakan bagian dari komitmen Pupuk Kaltim menghadirkan manfaat berkelanjutan di masyarakat. Terlebih, budaya keselamatan perlu dibangun sejak dini melalui pengetahuan, pengalaman langsung hingga pembiasaan dalam aktivitas sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Ketua Harian YPK, Rakim, menyambut positif pelaksanaan SIAP SIAGA 4.0. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan edukasi yang penting dan relevan bagi peserta didik di seluruh jenjang pendidikan YPK.

Rakim menilai metode pembelajaran melalui praktik langsung memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai keselamatan, tetapi juga melihat dan mencoba secara langsung bagaimana menghadapi kondisi darurat.

“Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tapi juga melihat dan mempraktikkan secara langsung bagaimana menghadapi kondisi darurat. Pendekatan seperti ini jelas efektif dalam mengedukasi,” ujar Rakim.

Ia menambahkan, pembekalan keselamatan sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kesadaran dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Rakim berharap pengetahuan yang diperoleh melalui SIAP SIAGA 4.0 tidak berhenti di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan mampu menerapkan pemahaman tersebut ketika berada di rumah maupun lingkungan masyarakat.

“Kami harap anak dapat memahami apa yang harus dilakukan saat kondisi darurat, serta mengetahui tindakan awal yang benar dan aman. Pengetahuan ini dapat mereka bawa dan terapkan di rumah maupun lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Adv).

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x