MENU

Wawali Agus Haris Tinjau Jembatan SMPN 5, Pemkot Siapkan Langkah Percepatan Pembangunan

4 minutes reading View : 25
Red
Bontang, Daerah, Uncategorized - 07 Sep 2026

BONTANG, INFOVIRAL.ID – Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mendorong percepatan penyelesaian persoalan jembatan yang menjadi akses utama menuju SMP Negeri 5 Bontang.

Hal itu disampaikan Agus Haris saat melakukan kunjungan ke SMPN 5 Bontang, Senin (7/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti rencana pembangunan jembatan yang selama ini digunakan ratusan siswa dan masyarakat.

Agus Haris yang akrab disapa AH menilai kondisi jembatan perlu segera mendapatkan kepastian, mengingat usia konstruksi yang telah mencapai sekitar 21 tahun.

“Anak-anak kita 600 sekolah di sini, sekolah di SMP 5. Saya ingat jembatan ini kan sudah puluhan tahun,” ujarnya.

Menurut AH, kondisi jembatan yang telah digunakan selama lebih dari dua dekade harus menjadi perhatian serius. Ia khawatir penurunan kondisi konstruksi dapat membahayakan keselamatan siswa maupun masyarakat yang setiap hari melintas.

“Yang saya bayangkan itu, kalau ini tiba-tiba orang lewat, anak-anak pagi kan ratusan lewat, berjejer. Tiba-tiba ambruk. Siapa yang disalahkan? Yang disalahkan pasti kami pemerintah,” tegasnya.

AH mengungkapkan, persoalan akses menuju SMPN 5 Bontang sebenarnya telah dibahas sejak dirinya masih menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Bontang sekitar 2016 atau 2017.

Saat itu, kata dia, pihak perusahaan telah menyatakan persetujuan untuk mendukung penyelesaian akses tersebut. Namun, proses administrasi hibah lahan hingga kini belum juga tuntas.

“Sudah lebih 10 tahun. Tidak bisa lagi kita diamkan hanya sebatas rapat seremonial, tidak ada keputusan,” katanya.

Untuk mempercepat penyelesaian, Pemkot Bontang akan membawa persoalan tersebut ke forum yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Rapat lanjutan dijadwalkan digelar Rabu pekan depan dengan mengundang unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah terkait, Badan Pertanahan Nasional (BPN), pihak sekolah, serta perusahaan yang berkaitan dengan proses hibah lahan.

“Insya Allah Rabu depan kita akan rapat menindaklanjuti,” ujarnya.

AH juga berencana menemui langsung jajaran pimpinan perusahaan untuk menyampaikan permohonan hibah. Langkah tersebut dinilai penting agar proses penyelesaian tidak kembali berhenti pada pembahasan tanpa keputusan.

Sebelum pertemuan tersebut, AH akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan, Asisten II, serta perangkat daerah terkait.

“Pada saat jadi surat permohonan hibah, kami antar langsung, ketemu dengan Direktur PKT, Direktur KIE, dan Direktur KNE,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Pemkot Bontang sebenarnya telah memiliki perencanaan pembangunan jembatan. Dalam perencanaan awal, jembatan tersebut dirancang memiliki lebar sekitar 10 meter.

Namun, lebar jembatan masih dapat disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang nantinya dihibahkan. AH menyebut lebar ideal sekitar 12 meter, tetapi Pemkot tetap terbuka apabila lahan yang tersedia lebih terbatas.

“Kalau misalnya kita dikasih hanya 8 meter atau 7 meter, tetap kita setuju. Yang penting bisa selisih kendaraan mobil dua,” jelasnya.

Sementara itu, panjang lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan diperkirakan sekitar 20 meter.

Menurut AH, kepastian hibah lahan menjadi penting agar Pemkot dapat melaksanakan pembangunan tanpa terkendala persoalan aset di kemudian hari.

“Dihibahkan, supaya kita membangunnya enak, tidak ada gangguan,” katanya.

Jika proses hibah dapat diselesaikan tahun ini, AH optimistis pembangunan jembatan dapat direalisasikan pada 2027. Terlebih, perencanaan pembangunan jembatan disebut telah tersedia.

Namun, ia mengingatkan adanya batas waktu dalam proses penganggaran. Apabila proses hibah belum rampung hingga November, pembangunan pada 2027 berpotensi tidak dapat masuk dalam penganggaran karena penetapan APBD tahun berikutnya dilakukan pada akhir November.

“Kalau ini tahun ini selesai, bisa tahun 2027 dibangun, karena perencanaannya sudah ada,” ujarnya.

Kepala SMPN 5 Bontang Muhiddin menyambut baik kunjungan Wakil Wali Kota dan berharap persoalan jembatan segera mendapatkan penyelesaian.

Menurutnya, kondisi fisik jembatan yang telah berusia sekitar 21 tahun terus mengalami penurunan.

“Harapannya tentu ini segera selesai. Kondisi fisik daripada jembatan ini sudah 21 tahun. Tentu otomatis ini setiap harinya mengalami penurunan,” katanya.

Muhiddin berharap pihak perusahaan dapat mendukung proses hibah lahan sehingga pembangunan jembatan dapat segera direalisasikan.

Dari sisi hukum, Kabag Hukum Setda Kota Bontang Andi Kurniawansah menjelaskan bahwa pembangunan tetap harus mengikuti mekanisme administrasi karena lahan yang dibutuhkan berkaitan dengan aset perusahaan.

“Kalau tidak keliru, tadi ini HGB. Tentu untuk administrasi, mungkin kita perlu mengajukan permohonan hibah ke KNE sama KIE,” ujarnya.

Ia memastikan Pemkot Bontang siap menindaklanjuti proses administrasi apabila kesepakatan hibah telah tercapai.

Menurut Andi, BPN juga diharapkan dapat mendukung proses tersebut karena pembangunan jembatan ditujukan untuk kepentingan umum.

AH kembali menegaskan, percepatan pembangunan jembatan bukan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan menyangkut akses pendidikan dan keselamatan siswa.

“Ini kepentingan bangsa, anak kita, dan keselamatannya,” pungkasnya.

 

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x