MENU

Pupuk Kaltim Wakili Indonesia di Forum Terumbu Karang Dunia, Angkat Restorasi Tebok Batang

4 minutes reading View : 18
Agus
Advertorial, Bontang - 03 Aug 2026

infoviral.id/, Bontang – Komitmen PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut mendapat pengakuan di tingkat internasional. Pupuk Kaltim menjadi delegasi perwakilan Indonesia dalam ajang 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) yang digelar di Auckland, Selandia Baru, pada 19–24 Juli 2026.

Forum ilmiah yang menjadi salah satu ajang bergengsi di bidang riset, konservasi, dan pengelolaan terumbu karang dunia tersebut menjadi kesempatan bagi Pupuk Kaltim untuk membagikan pengalaman program restorasi terumbu karang yang telah dijalankan secara konsisten selama 15 tahun di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang.

Pupuk Kaltim disebut menjadi satu-satunya perusahaan industri nasional yang mewakili Indonesia dalam forum tersebut. Kehadiran ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam menjalankan program restorasi dan konservasi terumbu karang berbasis sains, kolaborasi, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

ICRS 2026 diikuti lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara yang terdiri atas ilmuwan, akademisi, praktisi konservasi, hingga pembuat kebijakan. Dalam forum tersebut, Pupuk Kaltim menyampaikan dua kontribusi ilmiah, yakni presentasi oral berjudul “Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration” dan poster ilmiah bertajuk “Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance”.

“Dua karya tersebut mengangkat pendekatan komprehensif Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam restorasi terumbu karang,” ujar perwakilan delegasi Pupuk Kaltim, Astri Agustina.

Astri menjelaskan, dua karya tersebut merepresentasikan praktik keberlanjutan yang dikembangkan sektor industri dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pengelolaan ekosistem pesisir berbasis sains dan kolaborasi.

Program rehabilitasi terumbu karang Pupuk Kaltim sendiri telah dimulai sejak 2011. Program tersebut berangkat dari kondisi kerusakan terumbu karang yang mencapai lebih dari 50 persen di kawasan perairan Bontang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan (PITRaL).

Sebagai respons, Pupuk Kaltim menginisiasi rehabilitasi di kawasan Tebok Batang melalui pembangunan modul terumbu buatan dan transplantasi karang dengan melibatkan masyarakat pesisir. Program tersebut diperkuat dengan pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, rehabilitasi menggunakan tiga tipe modul terumbu buatan, yakni Pyramid, Cube, dan Dome. Ketiga model tersebut dirancang untuk mendukung penempelan karang sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati di kawasan rehabilitasi.

Hingga 2025, kawasan perairan Tebok Batang yang menjadi lokasi rehabilitasi Pupuk Kaltim telah dikonservasi seluas 2,23 hektare dari total 10 hektare izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL).

Program tersebut juga menunjukkan perkembangan positif terhadap ekosistem laut. Populasi ikan karang tercatat meningkat hingga mencapai 57 familia, sementara populasi karang mencapai 69 genus pada 2025.

Kawasan Tebok Batang kini berkembang menjadi salah satu model konservasi berbasis kolaborasi yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem laut, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pemberdayaan dilakukan dengan melibatkan kelompok nelayan secara aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan terumbu buatan, penenggelaman modul, hingga pemantauan kondisi ekosistem secara berkala.

Astri mengatakan pengalaman tersebut menunjukkan bahwa konservasi lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila didukung kolaborasi berbagai pihak.

“Pengalaman Pupuk Kaltim menunjukkan keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan teknologi yang digunakan, tapi juga kesinambungan pemantauan serta adaptasi pengelolaan berdasarkan hasil evaluasi lapangan,” ujarnya.

Upaya konservasi tersebut juga terus dikembangkan melalui roadmap Pupuk Kaltim yang mencakup pembangunan coral nursery, konservasi padang lamun, hingga penguatan kerja sama internasional.

Lebih dari satu dekade, Pupuk Kaltim telah memasang ribuan modul terumbu buatan yang terus menunjukkan perkembangan positif dalam mendukung pemulihan ekosistem laut.

Program tersebut merupakan bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan, khususnya dalam peningkatan keanekaragaman hayati, rehabilitasi habitat laut, mitigasi perubahan iklim, dan upaya dekarbonisasi.

“Melalui ICRS 2026, kami ingin menunjukkan sektor industri dapat mengambil peran strategis mendukung konservasi laut secara berkelanjutan. Apa yang kami lakukan di Tebok Batang dapat menjadi referensi maupun direplikasi oleh berbagai pihak dalam upaya yang sama,” kata Astri.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam ICRS 2026 menjadi bukti komitmen Pupuk Kaltim dalam menjalankan prinsip ESG.

Menurutnya, komitmen tersebut tidak hanya berfokus pada pemulihan ekosistem laut, tetapi juga mendorong terciptanya nilai bersama bagi masyarakat.

“Kami sampaikan apresiasi kepada delegasi Pupuk Kaltim yang telah mewakili Indonesia pada forum ICRS. Ini menunjukkan inisiatif keberlanjutan yang lahir dari operasional perusahaan mampu memberi kontribusi nyata dan memperoleh pengakuan dari komunitas global,” tutur Anggono.

Ia menambahkan, program konservasi tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Pupuk Kaltim terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 14 atau Life Below Water, sekaligus memperkuat integrasi aspek keberlanjutan dalam strategi bisnis dan operasional perusahaan.

Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus memperkuat kolaborasi bersama pemerintah, akademisi, masyarakat, serta berbagai mitra strategis untuk memperluas manfaat program konservasi, khususnya bagi masyarakat dan ekosistem pesisir di Kota Bontang.

“Kami percaya, masa depan ekosistem laut tidak dapat dijaga oleh satu pihak saja. Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus hadir bergandeng tangan memastikan sumber daya laut kita tetap lestari dan terjaga,” pungkas Anggono. (Adv).

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x