MENU

Kemarau Tekan Distribusi Logistik, Pemkab Mahulu Antisipasi Kelangkaan Pangan dan BBM

3 minutes reading View : 21
Agus

infoviral.id/, Mahakam Ulu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) terus mengantisipasi dampak musim kemarau yang mulai memengaruhi distribusi kebutuhan pokok dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), terutama di wilayah hulu.

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Suhuk, menyampaikan bahwa penurunan debit dan permukaan air sungai berdampak langsung terhadap jalur transportasi sungai yang selama ini menjadi salah satu akses utama distribusi kebutuhan pokok menuju Mahakam Ulu.

Menurutnya, kondisi tersebut menyebabkan kapasitas angkutan menjadi terbatas, waktu tempuh semakin panjang, serta meningkatkan biaya distribusi logistik.

“Kapal angkutan barang saat ini hanya dapat mencapai Kabupaten Kutai Barat. Dari titik tersebut, barang harus kembali didistribusikan menuju Mahakam Ulu menggunakan moda transportasi dengan kapasitas lebih terbatas. Kondisi itu menyebabkan biaya distribusi menjadi lebih besar,” jelas Suhuk saat mengikuti Zoom Live Dialog Publika “Live” TVRI Kalimantan Timur, Selasa (11/8/2026).

Dampak kemarau juga mulai terlihat pada harga beras, khususnya di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Berdasarkan pemantauan tim di lapangan hingga 10 Agustus 2026, informasi mengenai harga beras yang mencapai Rp1 juta per sak belum ditemukan.

Saat ini, harga beras di wilayah tersebut berada pada kisaran Rp750 ribu hingga Rp850 ribu per sak ukuran 25 kilogram. Namun, pemerintah daerah tetap mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga apabila kondisi kemarau dan hambatan distribusi berlangsung lebih lama.

“Saat ini harga yang berlaku berada pada kisaran Rp750 ribu sampai Rp850 ribu per 25 kilogram. Namun, harga mencapai Rp1 juta per sak tetap perlu kita antisipasi apabila kondisi kemarau dan hambatan distribusi berlangsung lebih lama,” ujarnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Pemkab Mahulu terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok serta melakukan intervensi melalui operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah.

Pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai langkah antisipasi jangka pendek, UPTD alat berat disiapkan untuk membantu memperlancar akses jalan guna mendukung distribusi logistik menuju wilayah yang terdampak.

Suhuk menjelaskan, aktivitas pasar secara umum masih berjalan normal. Namun, ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok mulai berkurang sehingga masyarakat mengalami keterbatasan dalam memperoleh barang yang dibutuhkan. Kondisi tersebut turut memengaruhi daya beli masyarakat.

Selain kebutuhan pokok, ketersediaan BBM juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Untuk wilayah ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu, stok BBM masih terpantau aman. Namun, persediaan BBM di wilayah hulu, khususnya Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari, mulai menipis.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena keterbatasan BBM dikhawatirkan berdampak terhadap operasional PLN dan fasilitas pelayanan kesehatan. Jika pasokan semakin terbatas, pelayanan dasar kepada masyarakat berpotensi ikut terganggu.

Menutup dialog, Wabup Suhuk menyampaikan terima kasih kepada TVRI atas perhatian terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat Mahakam Ulu.

Ia berharap kesepakatan antara Pemkab Mahulu dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terkait bantuan pangan dapat segera direalisasikan dan disalurkan untuk menambah stok sekaligus mengurangi dampak kemarau terhadap ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

“Kami berharap bantuan pangan dapat disalurkan secepatnya sehingga dapat mengurangi dampak sekaligus menambah stok barang,” pungkasnya. (Adv).

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x