Wakil Bupati (Wabup) Mahakam Ulu (Mahulu), Suhuk, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mahulu. (Foto: Prokopim Mahulu).infoviral.id/, Mahakam Ulu – Wakil Bupati (Wabup) Mahakam Ulu (Mahulu), Suhuk, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Mahulu dengan agenda Penyampaian Rekomendasi DPRD terhadap Laporan Realisasi Semester I dan Prognosis 6 Bulan Berikutnya APBD Tahun Anggaran 2026, di Ruang Rapat Paripurna Lantai II Sekretariat DPRD Kabupaten Mahulu, Senin (3/8/2026).

Dalam rapat tersebut, DPRD Kabupaten Mahulu menyampaikan sejumlah rekomendasi terkait pelaksanaan APBD sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
Wabup Suhuk menyampaikan apresiasi kepada DPRD Mahulu atas rekomendasi yang diberikan. Ia memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjuti sejumlah poin yang menjadi perhatian, terutama berkaitan dengan percepatan pembangunan dan peningkatan penyerapan anggaran.
“Kami mengucapkan terima kasih atas rekomendasi yang telah diberikan oleh DPRD. Beberapa poin yang menjadi perhatian akan segera kami tindak lanjuti, terutama terkait percepatan pembangunan dan peningkatan penyerapan anggaran,” ujar Suhuk.

Menurutnya, Pemkab Mahulu sebelumnya telah menggelar rapat pimpinan bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada awal Juli 2026. Dalam rapat tersebut, OPD yang memiliki tingkat realisasi penyerapan anggaran masih rendah telah diinstruksikan untuk segera mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan.
Suhuk menjelaskan, salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya penyerapan anggaran adalah keterlambatan dalam proses perencanaan. Kondisi tersebut kemudian berdampak pada bergesernya jadwal pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.
“Karena proses perencanaannya sedikit terlambat, maka pelaksanaan fisik juga ikut bergeser. Namun demikian, kami sudah menginstruksikan seluruh OPD agar mempercepat pelaksanaan kegiatan sehingga target penyerapan anggaran dapat tercapai,” jelasnya.
Meski demikian, Suhuk menegaskan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh mengesampingkan kualitas pekerjaan. Untuk itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diminta meningkatkan pengawasan terhadap setiap pekerjaan agar dapat diselesaikan tepat waktu sekaligus memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
“Kami tidak ingin percepatan mengurangi kualitas pekerjaan. Karena itu, kami juga meminta PPK terus melakukan pengawasan sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang baik dan berkualitas,” tegasnya.
Selain persoalan penyerapan anggaran, Suhuk juga menyoroti penyaluran Transfer ke Daerah (TKD) yang masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran pelaksanaan sejumlah program pemerintah daerah.
Menurutnya, Pemkab Mahulu masih menunggu penyaluran TKD dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah berharap proses tersebut dapat segera berjalan optimal agar pelaksanaan berbagai program pembangunan tidak mengalami hambatan.
“Penyaluran TKD dari pemerintah pusat masih menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi penyerapan anggaran di daerah. Kami berharap proses penyaluran tersebut dapat segera berjalan optimal sehingga pelaksanaan program pembangunan tidak mengalami hambatan,” katanya.
Sementara itu, dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Mahulu terus melakukan penyempurnaan regulasi, khususnya melalui pembaruan dan penyusunan Peraturan Daerah (Perda).
Suhuk mengatakan, masih terdapat sejumlah potensi pendapatan daerah yang belum dapat dioptimalkan karena belum memiliki dasar hukum yang memadai. Oleh sebab itu, pemerintah daerah terus mempercepat penyusunan dan penyempurnaan regulasi agar potensi tersebut dapat dikelola secara optimal.
“Masih ada beberapa potensi pendapatan daerah yang belum dapat dimaksimalkan karena regulasinya belum memadai. Oleh sebab itu, kami terus mempercepat penyusunan dan penyempurnaan Perda agar ke depan PAD Kabupaten Mahakam Ulu dapat meningkat,” pungkasnya. (Adv).


No Comments