MENU

Lima Pemandu Lagu di Bontang Jalani Rehabilitasi Rajal Usai Tes Urine Positif

2 minutes reading View : 24
Red
Bontang - 11 Oct 2026

BONTANG, INFOVIRAL.ID – Lima pemandu lagu di tempat hiburan malam kawasan Pantai Harapan, Berbas Pantai (Prakla), Kota Bontang, direkomendasikan menjalani rehabilitasi rawat jalan (Rajal) setelah hasil tes urine mereka positif mengandung zat metamfetamin dan amfetamin.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Bontang, Lulyana Ramdhani, mengatakan rekomendasi rehabilitasi diberikan berdasarkan hasil asesmen terhadap kelima orang tersebut. Mereka dinilai masuk kategori ringan sehingga diarahkan menjalani rehabilitasi rawat jalan.

“Setelah dilakukan asesmen, kelimanya dinyatakan untuk menjalani rehabilitasi rawat jalan karena masuk dalam kategori ringan,” ujar Lulyana, Minggu (11/10/2026).

Ia menjelaskan, kelima orang tersebut merupakan warga pendatang yang bekerja sebagai pemandu lagu di tempat hiburan malam di kawasan Prakla.

“Semuanya merupakan warga pendatang yang bekerja sebagai pemandu lagu di tempat hiburan tersebut,” terangnya.

Sebelumnya, kelimanya terjaring dalam razia gabungan yang dilaksanakan BNN Kota Bontang bersama Polres Bontang, Kodim 0908/Bontang, Subdenpom, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bontang pada Minggu (11/10/2026) dini hari.

Dalam razia yang melibatkan 32 personel tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap 72 sampel urine dari enam wisma karaoke. Hasilnya, lima sampel menunjukkan positif mengandung zat metamfetamin dan amfetamin.

Kelima orang tersebut kemudian dibawa ke kantor BNN Kota Bontang untuk menjalani asesmen guna menentukan penanganan lebih lanjut.

Rehabilitasi rawat jalan menjadi langkah penanganan yang direkomendasikan berdasarkan hasil asesmen. Melalui program tersebut, mereka diharapkan memperoleh pendampingan pemulihan tanpa harus menjalani rehabilitasi rawat inap. (*)

Share Copied

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

x
x